ceritabersambung eps.2
Karina
"Huff… akhirnya selesai juga," ucap Karina sambil menghela nafasnya
lelah. "untung gue ngerjain sendiri, kalo anak-anak itu yang ngerjain
pasti belum selesai. mungkin malah belum selesai,"
Ia
lalu membereskan semua barang-barangnya dan beranjak dari perpustakaan. Dengan
segala kerepotannya ia memasukkan barang-barang kedalam tasnya di meja
penitipan tas. "Terimakasih yah Pak," ia mengangguk pada penjaga tas
dan kemudian melangkah keluar dari perpustakaan.
Tiba-tiba dilihatnya Fajar, Stiza, Andrette dan Sashi berjalan kearahnya sambil
tertawa-tawa, dan tampaknya tidak sadar bahwa Karina sedang berjalan ke arah
mereka. Karina segera menundukkan wajahnya dan pura-pura sibuk dengan
handphonenya agar tidak perlu menyapa mereka ber-4.
Liat tuh. gumam Karina dalam hati. bukannya ngerjain tugas malah ketawa-ketawa.
palingan dari kantin tuh, makan sambil ngegosip, ngomongin yang nggak penting.
Emang dasar anak-anak populer nggak punya otak. ngeksis aja yang dipikirin,
biar keliatan sama semua orang. tugas kuliah malah ditelantarin. gila.
Fajar
Sambil menutup tas ranselnya yang sedikit terbuka, Fajar terbahak mendengar
banyolan Stiza dan timpalan-timpalan Andrette tentang dosen mereka. Ia lalu
merapikan kertas-kertas hasil kerjanya yang ditumpuk diatas laptop yang
ditentengnya. Sekilas ia melihat Karina didiepannya sedang sibuk mengutak-atik
handphone yang dipegangnya. entah sibuk, atau hanya pura-pura. ia hendak
memanggilnya sebelum,
"Karina!" Stiza berteriak memanggil Karina dengan gembira sambil
melambaikan tangannya. Suatu hal yang sangat jarang terjadi.
Karina mendongak dengan wajah yang datar, cenderung malas. ia hanya mengerutkan
dahinya tanpa mengucapkan satu kata pun.
"Dari mana aja? tadi kita nyariin lo loh," lanjut Sashi.
"Perpus," jawab Karina singkat.
"Ngapain?" tanya Andrette sambil mengerutkan dahinya heran.
"Ya ngerjain tugas yang dikasih Pak Ruslan tadi siang," jawab Karina dengan wajah jutek yang sama.
"Lo ngerjain sendiri?" potong Fajar kaget.
Karina mengangguk.
"Terus udah selesai?" tanya Fajar lagi.
Karina kembali menganggukkan kepalanya.
Mata ketiga gadis disebelah Fajar kontan melebar kaget.
Stiza melipat kedua tangannya. "lo tau kan kalo itu tugas kelompok? kenapa lo ngerjain sendiri?"
Sashi mengangguk menyetujui. "lo pikir kita nggak mau ngerjain, apa?! gila kali ya,"
"Dan untuk informasi," Andrette kemudian menarik berkas-berkas dari tangan Fajar dan menunjukkannya pada Karina. "barusan kita ngerjain tugas kelompok kita sampe selesai. dan kita nggak bisa ngehubungin lo. HP lo dimatiin,"
"Lo nggak bisa kerja dalam kelompok atau gimana sih?" keluh Stiza lagi, tampak kesal.
Fajar kemudian berusaha menengahi teman-temannya. "Ya udah, kan yang penting udah selesai. sekarang kita duduk dulu deh, kita satuin dua jawaban yang udah kita bikin, gimana?"
Karina hanya mengangkat bahunya dengan wajah dingin.
"Tapi Jar…"
"Lo mau kerja keras kita semua kebuang sia-sia?" potong Fajar sebelum Sashi akan menyelesaikan kalimatnya. "Nggak kan?" ia kemudian tersenyum. "Ya udah, sekarang kita ke kantin yuk, kita duduk, terus kita satuin dua jawaban kita, oke?"
…bersambung